RAID

  • RAID

RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata “RAID” juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk. RAID ini berfungsi untuk menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu bagian. Misalnya, kita memiliki 3 harddisk SATA masing-masing 320GB, 160GB, dan 1024GB, maka dengan teknologi RAID ketiga harddisk tersebut bisa disatukan kapasitasnya, sehingga sistem operasi hanya membaca 1 harddisk dengan kapasitas nya 66% dari total penjumlahan kapasitas disk. Jika tadi kita punya harddisk 320+160+1024 GB, maka kira-kira hanya akan terbaca sejumlah 1355 GB.

  • KELEBIHAN & KEKURANGAN

RAID 0

Kelebihan : Dengan RAID 0, kapasistas harddisk yang dimiliki untuk penyimpanan data adalah total dari keseluruhan harddisk yang dimiliki, tanpa ada pengurangan
Kekurangan : Jika salah satu harddisk fails dalam RAID 0, maka data akan hilang tanpa ada penggantinya.

RAID 1

Kelebihan : bisa dikatakan sama dengan RAID 1 hanya performance dari baca tulis harddisk meningkat dibanding RAID 1
Kekurangan : mahal.

  • PENGGUNAAN RAID

Tujuan utama penggunaan RAID adalah untuk meningkatkan keandalan/reliabilitas yang sangat penting untuk melindungi informasi yang sangat kritis untuk beberapa lahan bisnis, seperti halnya basis data, atau bahkan meningkatkan kinerja, yang sangat penting untuk beberapa pekerjaan, seperti halnya untuk menyajikan video on demand ke banyak penonton secara sekaligus.

  • KARAKTERISTIK RAID

            1.  RAID adalah sebuah set dari beberapa physical drive yang dipandang oleh sistem 

                  operasi sebagai sebuah logical drive.

            2. Data didistribusikan kedalam array dari beberapa physical drive

            3. Kapasitas disk yang berlebih digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang

                menjamin data dapat diperbaiki jika terjadi kegagalan pada salah satu disk.

  • LEVEL RAID

Level 0 → menambah besar kapasitas penyimpanan dengan menambah hardisk

 

Level 1 → disk mirroring, menduplikat data tanpa striping.

Level 2 → pengorganisasian dengan error correction code (ECC)

 

Level 3 → pengorganisasian dengan paritas bit yang interleaved

 

Level 4 → pengorganisasian dengan paritas blok interleaved

 

Level 5 → pengorganisasian dengan paritas blok interleaved terbesar

 

Level 6 → seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redudan tambahan untuk  

                  mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus.

 

 

  • LANGKAH – LANGKAH  IMPLEMENTASI

Install aplikasinya menggunakan perintah

–        Sudo apt-get install dmsetup mdadm

Buat partisi baru dan beri type “Linux raid autodetect”

–        Sudo fdisk /dev/sda

–        tekan “t” dan masukan tipe “fd”

Load module “md, linear, multipath, raid1, raid0, raid456, raid10 ”

–        Sudo modprobe md

–        Sudo modprobe linear

–        Sudo modprobe multipath

Setup RAID dengan perintah

–        Sudo mdadm –create /dev/md0 –level=1 –raid-devices=2 /dev/sda7 missing

–        Sudo mdadm –create /dev/md1 –level=1 –raid-devices=2 /dev/sda8 missing

Untuk mengeceknya ketik

–        Cat /proc/mdstat

Kemudian buatlah RAID nya

–        mdadm –manage –add /dev/md0 /dev/sda9

–        mdadm –manage –add /dev/md1 /dev/sda10

Kemudian buatlah partisi LVMnya

–        Sudo pvcreate /dev/md0 /dev/md1    

Membuat volume group

–        vgcreate datavg /dev/md0 /dev/md1

Membuat logical volume

–        Sudo lvcreate -n datalv -L 500M  datavg

Format devicenya

–        Sudo mkfs.ext3 /dev/datavg/datalv

Mount devicenya

–        Sudo mount /dev/mapper/datavg-datalv /media/data/

 

 

 

http://soyouknowhow.blogspot.com/2010/12/raid.html , diakses pada 18 oktober 2013

Rustianto, April. http://ilkomstudent.wordpress.com , diakses pada 18 Oktober 2013

http://devina.mirza.students-blog.undip.ac.id/2010/09/18/raid/ , diakses pada 18 Oktober 2013

http://sabtoxandros.wordpress.com/2012/04/16/pengertian-raid/, diakses pada 18 Oktober 2013

http://id.wikipedia.org/wiki/RAID , diakses pada 18 Oktober 2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s